Tag Archives: air mancur laser

Mengapa Air Mancur Laser di Karanganyar?

dimuat di joglosemar

Karanganyar berbenah, mematutkan diri sebagai kota kabupaten yang moncer dan modern. Segala upaya pembangunan dipusatkan di tengah kota agar bisa ada center area yang modern dan menarik. Kini pembangunan air mancur modern model Wing of Times mulai diagendakan. Pembangunan itu memerlukan dana besar, 2,5 milyar. Sungguh, ini adalah sebuah angka yang besar untuk pembangunan sebuah air mancur yang konon terinspirasi dari air mancur di Singapura. Masyarakat diharapkan akan datang ke tempat ini dan menonton air mancur ini. Karep besar ini ingin membuktikan bahwa Karanganyar lebih modernis dan maju, tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya, dan air mancur ini tentu lebih hebat dari sekedar air mancur di Gladak itu.

Sebagai masyarakat yang tinggal di kota ini, memang selama ini pembangunan alun-alun sebagai public space terus digalakkan. Dari mulai perobohan kantor perpustakaan Karanganyar dan gedung informasi yang keduanya dipindahkan dari tempat tersebut. Yang agak memprihatinkan adalah nasib Perpustakaan Daerah Karanganyar yang masih nebeng di aula kelurahan Cangakan. Setelah sebelumnya perpustakaan ini sempat nebeng juga di bangunan bekas Rumah Sakit Kartini Lawas.

Bagi masyarakat pecinta buku dan ikut tergabung dalam komunitas Pakagula Sastra di Karanganyar, saya masih merasa belum paham mengapa keberadaan perpustakaan di Karanganyar masih sulit untuk diterima. Dalam artian, tidak mempunyai gedung sendiri, padahal pustakawannya juga ada, kemudian pegawainya juga ada beberapa. Namun mengapa pusat informasi dan pengetahuan tersebut selalu harus bernasib memprihatikan. Sejak saya ikut pertama kali menjadi anggota perpustakaan Karanganyar ketika masih di alun-alun Karanganyar yang menginduk gedung Kodim, saya terbiasa dengan keluhan bahwasanya banyak buku baru tidak bisa terdisplay karena tidak muat atau karena tempatnya kurang representatif. Tapi, inipun terus berlanjut, selepas dari bupati Rina Iriani yang terjerat korupsi, nampaknya perpustakaan daerah masih belum bisa diwujudkan dengan baik di Karanganyar. Dengan ini pula indikator kemodernan dan kemajuan suatu kota sebenarnya bisa dipertanyakan. Atau memang pemerintah sekadar mengejar keindahan artifisial yang tidak substansial dan emoh dengan perpustakaan yang kisut dan berdebu itu. Continue reading