Daily Archives: 20 February 2016

Era Digital Sebagai Gaya Hidup Kekinian yang Minus Al-Quran

dimuat di joglosemar 10/3/2016

Konsep dunia sebagai global village dengan perkembangan internet yang super cepat, bukan tanpa memakan resiko. Desa yang dulu sebagai citra ketenangan, keramahan, sikap nrimo ing pandum dan religiusitas dengan surau dan langgarnya, kini menjadi hal yang langka. Perkembangan teknologi informasi mengubah mindsite orang desa, seperti contohnya desa yang saya tinggali. Kini desa menjadi sebuah peradaban yang kesingsal karena tak berimbangnya pendidikan agama Islam kepada keluarga dan percepatan teknologi. Teknologi informasi (televisi dan internet) menjadi brain washer adat ketimuran yang menjunjung nilai agama mengekor budaya barat yang mempersetankan agama. Kasus yang nampak terjadi di permukaan, contohnya, hamil di luar nikah, pergaulan bebas, hingga perzinaan merebak di masyarakat yang menganut budaya permisif terhadap kemaksiatan.

Ya, semua ini dipengaruhi dengan teknologi informasi yang tanpa batas dan filter agama Islam yang minim. Kita biasa melahab teknologi informasi secara banal dari televisi. Dalam satu jam misalnya, kita disuguhi oleh pelbagai hal yang kontras dan amat bertolak belakang. Sedetik yang lalu iklan tidak bermutu, kemudian berita kriminal yang vulgar, gosip kawin cerai artis, semuanya kita lahab tanpa filter. Pun artis pamer aurat telah menjadi trending topic di Indonesia ini. Continue reading

Mendamba Keluarga Qur’ani

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu… (At.Tahrim: 6)

Tulisan ini tidak hendak menguliti moral orang per orang, khususnya pemuda-pemuda tetangga yang sudah melakukan penyimpangan. Tapi sebagai sample kasus yang coba kita dedahkan permasalahannya dan kita berikan solusi untuk perbaikan umat.Sample

Kasus:

Sebut saja ES (32 th). Dia dulu teman SD saya. Sebagai perempuan dia bergaul terlalu bebas. Sering berganti pacar, hingga akhirnya terjerumus ke dalam hiburan malam, bekerja di tempat karaoke. Dia sering pulang malam, diantar sembunyi-sembunyi oleh laki-laki yang seringnya berbeda-beda. Dia menjadi rumor dan gunjingan di desa. Hingga ia pun memungkasi masa lajangnya dengan menikahi seorang tentara yang sudah beranak-istri. Nikahnya nikah siri. Tapi, nasibnya juga tak menjadi lebih baik, si tentara sudah tak bersamanya lagi, meninggalkannya sendiri atau karena memang statusnya sebagai tentara melarangnya untuk beristri lebih dari satu. Continue reading