Daily Archives: 10 January 2015

Tragedi Rok Mini

images
Ratna buru-buru melepas jilbab yang ia kenakan, ia masukkan dalam tas. Jilbab itu hanya akan menutupi rambut yang lurus indah yang baru saja ditreatment paling mahal di salon. Apalagi sebentar lagi Hengki datang menjemputnya.

Ya, Hengki adalah seorang pekerja advertising sukses. Gajinya setiap bulan puluhan juta. Ratna sudah jatuh cinta kepada Hengki sejak SMA. Dan sekarang Hengki mau mengajak makan malam. Ini sungguh kebahagiaan luar biasa untuknya. Kalau Hengki nanti tidak nembak duluan, ia tak akan malu menyatakan cinta padanya, putus Ratna.

Mobil Avansa itu berhenti tepat di depan Ratna. Ratna mengembangkan senyuman. Hengki yang tampan itu turun dari mobil seperti sesosok pangeran dalam sinetron.

“Maaf, sudah lama nunggu?” tanyanya penuh simpati membuat Ratna melambung.

“Ah, nggak. Baru aja kantor selesai kok,” jawab Ratna dengan tetap memasang senyum.

Tak apa sedikit berbohong. Padahal sudah setengah jam lalu kantor tutup.

Hengki dengan gentleman membuka pintu mobil, membiarkan Ratna masuk. Di dalam mobil Ratna masih diam, tapi tangannya sesekali menyentuh rambut yang tergerai indah itu.

Hengki memperhatikan itu. “Tumben jilbabnya dilepas.”

“Ah, iya. Sekarang cuaca kan panas sekali. Pasti ini karena global warming ya.”

“Oh, gitu. Tapi bagus kok kalau dibiarkan tergerai seperti itu. Kamu cantik.”

“Ah, biasa saja kok.”

Sebenarnya batin Ratna melambung ke langit ke tujuh.

“Betul. Sumpah deh.” Hengki bersikeras, membuat Ratna makin melambung ke langit ke delapan. Ia tersenyum menatap ke depan, dan merasa makin senang ketika Hengki memegang jemari tangannya lalu dicium tepat mulutnya. Bagi wanita artinya itu adalah pengaguman tingkat tertinggi terhadap wanita.
Continue reading