Daily Archives: 11 March 2014

Ziarah Diri ke Puncak Lawu Nan Eksotis

Photo-0002-150x150
Jika engkau melihat sebuah gunung yang mirip seorang wajah perempuan tidur maka itulah gunung Lawu. Terletak pada ketinggian 2.354 m.dpl yang menjadi pembatas antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Perbedaan dengan banyak gunung di jawa lainnya, hanya gunung Lawu yang menyimpan banyak cerita hidup yang turun temurun diyakini masyarakat dan para pendaki yang datang kepadanya. Bagi beberapa kalangan mendaki gunung Lawu bukan sekedar aktifitas mendaki gunung biasa tapi menziarahi diri lewat sebuah media yang mengada yaitu gunung Lawu. Artinya pendakian ke gunung Lawu itu tak pernah kosong makna.

Ada tiga puncak yang mempunyai pemandangan eksotis di gunung Lawu, yaitu puncak Argo Dumilah, puncak Argo Dalem, dan puncak Argo Dumuling. Ketiga puncak itu terutama mempunyai beberapa kisah hidup yang turun temurun masih diyakini sampai sekarang. Terlepas kisah itu apakah mitos belaka namun kesempatan untuk mengunjungi ketiga puncak Lawu adalah sebuah sensasi tersendiri. Sebuah perjalanan menziarahi alam sekaligus menziarahi diri kita sendiri.

Kita awali perjalanan kita dari jalan di Tawangmangu yang berkelok-kelok. Sepanjang jalan juga bukan sepi pemadangan indah. Areal persawahan yang hijau dan alur sungai kali Samin yang masih menjadi nadi kehidupan para petani di bawah lereng Lawu. Semua pemandangan itu seperti memanggil sisi hati yang lembut bahwa kita manusia adalah pecinta keindahan dan selalu mempunyai hasrat untuk berbagai keindahan. Artinya keindahan itu tidak bisa berlangsung selamanya jika kita tidak berperan ikut menyumbang di dalamnya. Ancaman hunian warga dan pembangunan properti memang mengincar sebagian kawasan di Tawangmangu yang eksotis. Pada awal mula ini kita diketuk untuk mengingat betapa murah hati sang pencipta memberikan keindahan kepada manusia di dunia dan tugas manusia adalah sebagai khalifah yang menjaga kelestarian bumi.

Setelah perjalanan itu kita lantas berhenti di Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang. Ada dua tempat pintu gerbang pendakian. Semuanya menawarkan sensasi pendakian yang berbeda tentu saja. Tingkat kesulitan yang lebih berat biasanya dipilih pendaki yang menginginkan kisah petualangan yang penuh tantangan. Ada juga tipe pendaki yang ingin melihat-lihat vegetasi dan suka mengadakan penelitian di hutan gunung Lawu biasanya memilih lewat Cemoro kadang. Atau juga para pendaki peziarah spiritiual yang biasanya melewati jalur-jalur tertentu baik lewat Cemoro Kandang atau lewat Cemoro Sewu. Mereka mempunyai ciri khas tersendiri dari perangkat yang mereka bawa. Dengan mudah dapat kita temui banyak tipe pendaki seperti ini di puncak Lawu. Masing-masing karakter ini bukanlah alasan untuk menilai seseorang yang naik ke puncak Lawu. Keragaman ini adalah bagian dari kisah perjalanan yang selalu menyertai. Perilaku-perilaku negatif memang tidak bisa kita tolerir baik itu dari semua jenis pendaki, karena yang terpenting adalah tetap menjaga kelestarian dari gunung Lawu ini yang bisa dilakukan dengan beragam cara, baik itu dengan cara fisik maupun dengan cara pemikiran, dan keduanya sah-sah saja.

425686_393815737300277_100000155619700_1808783_217250675_n-150x150Baiklah, kita mulai perjalanan dari Cemoro Kandang yang lebih landai walaupun nanti sedikit memutar dan lebih jaauh sedikit. Tipe trek adalah jalan setapak, di sini menuntut kita menjadi orang yang berhati-hati, selalu berusaha menjaga keutuhan tim. Karena pada awal seperti ini cenderung para pendaki untuk selalu memforsir kekuatan untuk selalu pertama. Dan hal ini mempunyai kelanjutan yang buruk bagi keutuhan tim. Akhirnya pada trek pertama hingga pos pertama ini, kita harus belajar untuk tetap menjaga jarak dengan teman. Dalam arti menyeimbangkan dengan kekompakan tim bukan menumbuhkan ego masing-masing.

Pada setiap pos disarankan untuk berhenti. Karena perjalanan masih panjang dan perlu kita meneliti ulang apa yang sedang kita tuju di atas sana. Kisah diri kita dan puncak Lawu atau kisah tim di sepanjang trek puncak Lawu. Teliti juga peralatan, dan menjaga kehangatan untuk tetap terjaga. Selalu ada kaidah lebih baik lambat dan selamat daripada terburu-buru nafsu sedang kiri kanan adalah jurang menunggu. Pertanyaanya tentu saja apakah kita mau menjadi orang yang suka buru-buru dan bernasib buruk? Melainkan bagaimana cara kita tetap bertahan bersama hingga ke puncak nanti?
Continue reading

Pertolongan Allah itu Dekat

dimuat di majalah Respon edisi 285/xxvii/20 feb – 20 maret 2014
IMG
Mengumpulkan batu dari kali adalah pekerjaan baru Kasno. Selepas ia dirumahkan dari perusahaan tekstil hanya kerja mengusung batu dari kali itulah pengisi kesibukan baru Kasno. Ya, tentu saja pekerjaan itu tak ada yang membayar. la melakukannya untuk mengisi kesibukan setelah dirumahkan dari pekerjaan tekstil itu. Dan kalau boleh jujur, juga untuk menghindari cernooh isterinya, karena sekarang ia menganggur dengan berdalih cari batu untuk nyicil kelak kalau bisa mbangun rumah sendiri.

Setelah lima kali turun naik dari kali Kasno memerlukan sejenak istirahat. Penat memberati pundak. Sendi-sendi kakinya sudah gemetar. Dicarinya tempat yang teduh di tepi kali.

Biar tidak ngamplo ia merogoh rokoknya di saku. Ah, ternyata tinggal rokok terakhir.

Kasno membakar batang rokok terakhirnya itu. Asap biru berhembus lurus dari mulutnya. Sejenak pikirannya menerawang. Selalu saja seperti itu, merokok yang sedianya untuk melupakan kepenatan, tapi makin membuatnya mengingat hal-hal suram yang telah berlalu.

“Cari kerja sana Mas. Si Thole sebentar lagi masuk TK. Perlu duit banyak buat daftar sekolah.”

“Kemarin juga aku sudah ke pabrik. Tapi uang pesangon belum turun. Gimanalagi?”

“Kok malah tanya gimana? Mas Kasno sendiri sebagai kepala rumah
tangga yang harus mikir; kok malah tanya gimana. Mas Kasno bisa cari
pinjaman. Nanti bisa dilunasi setelah uang pesangon turun. Yu Satiyem yang
kemarin sudah mendaftarkan anaknya, bilang, uang daftar masuk TK sekarang
sudah naik jadi dua juta!”

Itu adalah kejadian semalam. Isterinya minta dirinya segera mencari pinjaman uang untuk biaya daftar sekolah si Thole karena bulan depan si Thole sudah masukTK. Continue reading