Daily Archives: 5 December 2013

Gawat! Indonesia Siaga Korupsi

oleh Andri Saptono*

seragam-koruptor-_120709164037-914
Prolog
Tidak bisa menutup mata keadaan negara kita dalam kondisi siaga korupsi. Berita tertangkapnya ketua MK, Akil Muktar, karena dugaan korupsi makin membuat Indonesia menjadi legam oleh korupsi. Artinya korupsi telah menjadi budaya dan gaya hidup orang Indonesia dari tingkat tinggi hingga lapisan paling bawah. Dan ini sebagaimana dirilis Organisasi Fund for Peace, kegagalan negara Indonesia menjamin kesejahteraan rakyatnya mendapat peringkat ke-63 seluruh dunia. Mereka merilis indeks terbaru tersebut menggunakan indikator dan subindikator, salah satunya indeks persepsi korupsi. Viva News

Bila dikaji lebih jauh mengapa kian hari korupsi makin subur di Indonesia. Tentu jawabannya bukan sekedar karena presidennya bodoh atau tidak pandai. Tentu saja tuduhan ini pasti akan menuai banyak bantahan. Namun fakta yang menyebutkan korupsi sudah menjangkiti hampir semua lini lapisan masyarakat sudah mengisyaratkan status Indonesia yang “siaga korupsi”. Dan bukan ini saja, lebih gawatnya lagi budaya negatif ini menjangkiti tidak hanya oknum pejabat atau okunum aparat pemerintahan yang seharusnya menjadi teladan dalam memerangi korupsi di Indonesia, namun akan lebih mengerikan kalau virus korupsi sudah menyebar ke instansi dan perusahaan negara di negara muslim terbesar di dunia ini.

Bahkan yang cukup menyedihkan adalah kecendrungan sebagian kalangan untuk mereduksi tindak korupsi. Misalnya bagi kalangan atas, korupsi adalah ungkapan untuk pejabat yang menggelapkan dana perusahaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Sedangkan ungkapan bagi rakyat kecil yang mencuri ayam karena kelaparan, mencuri kayu hutan karena tak bisa beli gas elpiji, mengutil pakaian di supermarket karena tak punya uang untuk memberi sandang anaknya adalah status maling yang amat menghinakan. Pun hukuman untuk para maling pun senantiasa lebih sadis daripada koruptor yang menggelapkan trilyunan uang rakyat. Sudah biasa tercetak di koran, diberitakan maling ayam dihakimi massa, mencuri kayu hutan di hukum penjara selama satu tahun, atau yang mengutil pakaian di supermarket akan dipermalukan dengan diarak di jalan. Semua itu berbeda dengan koruptor yang menggelapkan trilyunan uang rakyat untuk kepentingan pribadi dan segelintir kroco-kroconya, melulu diganjar tahanan kota, dikerubuti wartawan seperti layaknya artis sambil memberi statement pada microphone wartawan, maaf, no coment! Continue reading