Daily Archives: 14 October 2013

Berkompetisi Tanpa (Menjadi) Kompetitor

Business Executives Running in a Race

Persaingan dan Studi Kasus
Persaingan dalam usaha selalu tak terelakkan. Beragam cara ditempuh agar tidak hancur dalam pertempuran. Bahkan laku menghalalkan segala cara tak segan akan dilakukan untuk menjadi pemenang. Dari pelanggaran terkecil hingga pelanggaran kehormatan pihak lain yang mengundang jeratan pidana.

Sebenarnya ada satu kaidah indah yang bisa dipahami untuk memenangi persaingan itu atau minimal tidak kesingsal dalam kompetisi. Ya, dengan memahami bahwa kompetitor itu sebenarnya bukanlah kompetitor. Artinya adanya kompetitor tidak perlu harus kita takuti apalagi dimusuhi. Dengan memakai laku seperti ini kita akan lebih mudah mengelola perasaan saat menghadapi persaingan. Dengan cara begini pula jika tekanan persaingan menggencet kita, tak perlu kita merasa stress dan depresi.

Ada landasan besar yang dipakai untuk bisa sampai pada kepahaman di atas. Hal ini tidak bisa tidak harus diyakini. Kepahaman itu adalah pengertian bahwa sebenarnya rejeki manusia sudah diatur oleh Tuhan Yang Mahaadil. Tugas kita hanya menjemput rejeki kita sendiri yang sudah ada, dan syaratnnya adalah tawakal. Pengertian tawakal sendiri hakikatnya memadukan antara laku kerja dan doa.

Ada sebuah kisah menarik dari sebuah usaha bimbel (bimbingan belajar) di Solo. Sebut saja bimbel ini bernama Smart Learning. Ketika akan memulai usaha bimbel tersebut, sang pemilik dan sekaligus pengajar ini sempat merasa galau dan bingung. Ia melihat banyak bimbel besar di sekitarnya. Jika ia membuka bimbel apakah tidak akan gulung tikar karena persaingan. Jangan-jangan bimbelnya nanti malah tidak laku?
Continue reading