Daily Archives: 21 August 2013

Pemimpin Peduli Pendidikan

opini dimuat di joglosemar 21/8

images
Perpustakaan seakan tidak lagi kompeten untuk jaman edan (Kalatida) sekarang ini. Seperti yang dinujumkan Ranggawarsita, yen ora ngedan ora keduman. Ilmu pengetahuan di bumi pertiwi ini kalah pamornya dengan kekuasaan uang. Ada ungkapan bahwa di jaman ini tidak diperlukan lagi orang cerdas, namun cukup orang bejo saja. Wong pinter kalah karo wong bejo. Hal ini didistorsi lebih parah lagi terutama dalam memilih seorang pemimpin. Contoh praktisnya, ketika pesta demokrasi berlangsung untuk memilih pemimpin, entah itu Pilgub, Pilbup, Pilkades, suara masyarakat masih tetap sama memihak pemimpin yang royal membagikan uangnya. Hal ini senyatanya memang hampir rata terjadi dan menjadi penyakit kronis bangsa ini.
Perpustakaan di Kota Intanpari
Setelah beberapa kali nomaden dari GOR Ki Ageng Serang dan gedung pinjaman Kodim Karanganyar, Perpustakaan Daerah itu menduduki gedung bekas RS lawas. Tempat ini nyaris tak terlihat sebagai perpustakaan. Pengunjung mulai menurun drastis apalagi jam kunjungan yang dulu sampai jam delapan malam, kini terbatas sampai jam enam. Sangat kontras sekali dengan pembangunan ruang publik lain yang kini sedang digalakkan Karanganyar. Demi membuat ruang terbuka di alun-alun Karanganyar, gedung perpustakaan dan gedung informasi kota itu sekarang dirobohkan. Sementara perpustakaan harus menghuni bekas gedung rumah sakit lama, yang konon berhantu.
Namun sebenarnya bukan tentang gedung berhantu itu yang harus kita khawatir dari masyarakat buku Karanganyar. Apa yang menjadi lebih mendesak adalah membuat sebuah gedung perpustakaan mandiri. Dengan sistem otonomi daerah seharusnya Kepala Daerah atau Bupati bisa menghidupkan perpustakaan sebagai wahana pendidikan bagi publik. Hal ini sudah terjadi di Wonosobo. Di sana, perpustakaan dijadikan sarana umum yang nyaman, dirawat, dan disesuaikan dengan keadaan jaman yang modern. Bukan terbatas perbaikan gedung perpustakaan saja, tetapi juga mendudukan peran perpustakaan terdepan sebagai agen pencerdasan bangsa. Continue reading