Daily Archives: 4 August 2013

Hujan Bulan Juni

dimuat di majalah Respon

hd-wallpaper-otife-rose-and-rain-wallpapers
Hujan tiris bagai tirai dari langit menjatuhi bumi. Dedaunan basah begitu segar dipandang mata. Anak-anak kecil berlarian di jalanan, menggiring bola menuju ke lapangan. Sorak sorai mereka tak pernah bosan menyambut hujan yang datang di awal tahun baru ini.

Barangkali hanya Laksmi dan si penjual martabak yang berteduh di emper toko yang tutup itu, yang bosan dan benci kepada hujan. Pedagang martabak itu tentu karena hujan menghalangi dirinya menawarkan martabaknya berkeliling ke gang-gang perumahan. Dagangan masih utuh tak berkurang, alamat api dapur tak bisa mengepul. Namun apa yang Laksmi benci dari hujan? Bukankah hujan turun membawa kesegaran. Hujan membasahi setiap tanaman di taman rumahnya hingga bersemi indah. Di kota ini hujan turun tidak terlalu deras, malah cenderung teratur sepanjang tahun yaitu pada bulan tertentu saja. Beberapa orang mengatakan karena masih banyak agamawan yang tinggal dan setiap hari berdoa kepada Sang Maha Pencipta. Sedangkan para akademisi menyimpulkan karena masih banyak hutan dan danau di sekitar kota ini yang menyebabkan siklus alam berlangsung dengan teratur. Adalah pula hal terakhir ini yang sebenarnya membuat Laksmi dan suaminya memilih membeli rumah di pinggir kota ini -karena keindahan danau-danau kecil dimana angsa dan bebek liar masih berkeliaran.

Ya, entah mengapa Laksmi enggan bersahabat dengan hujan. Pandangan matanya menentang dari daun jendela kepada halaman yang basah. Terkadang matanya meluapkan air mata seakan tak dapat membendung lagi kebenciannya kepada hujan itu. Continue reading