Daily Archives: 7 August 2012

Pemimpin Amanah; Solusi Krisis Kemiskinan Bangsa Indonesia

dimuat di majalah Respon MTA


“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Q.S. An Nuur: 55).
Kemiskinan seolah menjadi jati diri bangsa Indonesia ini. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan pangan manupun non pangan, khususnya pendidikan dasar, perumahan dan kebutuhan transportasi inilah yang biasa kita sebut dengan kemiskinan absolut.
APBN-P 2011 sebesar Rp. 1.321 triliun meningkat Rp. 279 triliun. Namun utang pemerintah juga meningkat. Dari statistik Utang Kemenkeu, per Oktoboer 2011 utang pemerintah mencapai Rp. 1.768 triliun. Maka 20% dari APBN pun habis hanya utang membayar utang dan bunganya. Diperkirakan, tahun 2011 angka pertumbuhan 6,5 % dan PDB mencapai US$ 752 miliar.
Di sisi lain, berdasarkan data BPS tahun 2011 terdapat 8,12 juta orang menganggur. Sementara data Kadin, justru ada tambahan 1,3 juta penganggur tiap tahun. Sebab tambahan lapangan pekerjaan hanya 1,61 juta sementara tambahan tenaga kerja baru mencapai 2,91 juta orang (Republika, 15/12).
Angka kemiskinan pun tetap tinggi. Berdasarkan data BPS tahun 2011 di negeri ini ada 30 juta orang miskin dengan standar kemiskinan yaitu, pengeluarannya kurang dari 230 ribu /bulan. Apalagi kalau menggunakan standar Bank Dunia (pengeluaran kurang dari US$ 2 perhari) maka ada lebih dari 100 juta orang miskin di negeri ini.
Diagnosis sebab kemiskinan amat beragam, di Jawa kemiskinan terutama disebabkan kepemilikan tanah yang terbatas, bahkan banyak diantara petani yang tidak mempunyai tanah dan hanya menjadi buruh tani. Continue reading