Daily Archives: 6 June 2011

PURNAMA KEGELAPAN *


Sanyoto datang dengan tangan kosong di Astana Randu Songo kali ini. Ia tidak membawa kembang tujuh rupa, tidak rokok klembak menyan, tidak juga dupa China. Ia selalu datang sendiri seperti dipesankan eyang Singodimedjo, sang juru kunci Astana Randu Songo yang flamboyan itu. Dan sekarang adalah kedatangan Sanyoto yang ke empat kali di tempat pekuburan para kerabat raja Surakarta Hadiningrat ini.

Sinar bulan menjadi bercak-bercak cahaya karena terhalang dahan pohon randu alas yang lebat. Bau tanah pekuburan bercampur bunga kamboja menusuk hidungnya saat memarkir sepeda motornya di dalam pemakaman. Sanyoto teringat pertama kali datang ke tempat ini. Ia sontak merinding masuk ke area pemakaman, meskipun saat itu ia tidak sendiri. Baru setelah dua tiga kali kedatangannya kemudian ia merasa Gusti Panembahan Aryo Dipo yang menguasai tempat ini tidak berkeberatan dengan kedatangannya.

Sanyoto mendapati Eyang Singodimedjo, sang kuncen makam bersila di depan makam bercungkup Gusti Panembahan Aryo Dipo. Ia harus menunggu selesai sang kuncen makam yang sedang berwawasan sabda dengan tuannya di alam lain itu.

Puntung rokok kretek ketiga baru ia injak dengan sepatu pantofel itu ketika sang kuncen makam menghampirinya.

“Aku dapat kabar besok akan terjadi gerhana bulan. Tepat tengah malam kamu bawalah ayam cemani. Paling baik yang baru sekali bertelur. Aku kira lakumu sudah mendapat jawaban Gusti Panembahan. Kamu beruntung!”
Sanyoto mengangguk menangkap kalimat terakhir yang diucapkan juru kunci itu. Continue reading