Daily Archives: 4 June 2011

EPISODE TERAKHIR COKRO


Aneh, bukan pijar dendam yang terpancar dari mata Cokro ketika memandang musuh yang harus ia bunuh. Sorot kemarahan binatang buas itu tiba-tiba meredup dan menjadi nyala lilin sepi. Skenario ini seharusnya tidak pernah terjadi!

“Cepat pergi sebelum aku berubah pikiran!” bentaknya kepada lelaki malang yang bersimpuh di kakinya. Anggota legislatif itu bangkit berdiri dan sekejap lari tunggang langgang, tak mengira selembar nyawanya bakal lepas dari cengkraman maut.

Cokro menggigil. Bayangan yang melintasi matanya adalah bayangan Ibunya. Ini adalah sebuah kemunculan yang luar biasa dan waktu yang sangat tidak tepat pada ke seratus pembunuhan yang akan ia lakukan.
Denyut aneh yang mengalir di urat nadi dan menyerbu jantungnya itu sekejap memadamkan nyala api pada kobar mata Cokro. Dalam bayangan kegelapan pohon-pohon di taman tubuhnya menggigil. Pistol di tangan seketika ia lempar ke semak-semak mirip orang kepanasan karena memegang bara di tangan.

Cokro berlari keluar dari taman. Ia tak abaikan kendaran lalu lalang, terus berlari menembus kegelapan gang-gang sempit perkampungan. Sesampai di rumahnya ia gedor pintu dengan bernafsu.
Continue reading